Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalannya

Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalannya – Kerajaan Sriwijaya ini berdiri sekitar abad ke-7 M dan berpusat di Muara Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan. Kerajaan Sriwijaya ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemrintahan Balaputradewa, yaitu putra dari samarattungga dari Jawa, sekitar abad ke-9.

kerajaan-maja

Berita tentang Kerajaan Sriwijaya dapat diketahui melalui peninggalan prasasti yang ditemukan di Sumtra Selatan. Prasasti tersebut di tulis dengan huruf pallaw dan dalam bahasa melayu kuno, ketujuh prasasti tersebut adalah sebagai berikut :

  • Prasasti kedudukan bukit tepi, sekitar tahun 683 M.
  • Prasasti Talang Tuo, sekitar tahun 684 M.
  • Prasasti Telaga Batu, tidak memiliki angka tahun
  • Prasasti Kota Kapur, sekitar tahun 686 M.
  • Prasasti Karang Berahi, sekitar tahun 686 M.
  • Prasasti Palas Pasamah, pada akhir abad ke-7 M.
  • Prasasti Bukit Siguntung, tidak memiliki angka tahun.

Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim

Pada awalnya, kerajaan sriwijaya merupakan sebuah kerajaan kecil dengan wilayah kekuasaan sempit yang berpusat di muara takus. Dikit demi sedikit, Kerajaan Sriwijaya memperluas daerah kekuasaannya hampir seluruh pulau sumatra, sebagian pulau jawa barat, kalimantan Barat, dan Semenanjung Melayu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Selanjutnya kekuasaan Kerajaan Sriwijaya semakin luas yaitu meliputi selat Malaka, Selat Karimata, dan Selat Sunda. Dengan memiliki kuasaan kekuasaan tersebut, sriwijaya sebagai kerajaan nusantara yang pertama.

Untuk memperluas wilayah da mempertahan wilayah kekauasaannya, sriwijaya membangun angakatan laut yang kuat. Oleh karena itu, sriwijaya ini disebut sebagai kerajaan maritim. Sehingga mendapatkan antara dua selat yaitu selat malaka dan karimata yang merupakan garis perhubungan antara pelayaran cina menuju India begitu sebaliknya.

Sriwijaya pusat penyebaran agama Budha

Kerajaan Sriwijaya tidak hanya dikenal sebagai kerajaan pusat perdagangan dan pelayaran, namun juga sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama buddha. Tidak hanya penduduk sriwijaya yang mempelajari bahasa sanskerta dan gama buddha. Banyak siswa dari negara lainnya seperti cina, datang ke sriwijaya untuk belajar bahasa sanskerta dan agama buddha tersebut.

I-Tsing adalah salah satu pendeta buddha ternama yang berasal dari Cina, ia datang ke sriwijaya pada tahun 671 M dan 685 M. Selama di Kerajaan Sriwijaya ini mendalami agama buddha dan menerjemahkan kitab suci buddha dari bahasa sanskerta ke dalam bahasa cina.

Selain itu, ada dua orang mahaguru ilmu agama budda dari India menetap di sriwijaya untuk mengajarkab agama buddha. Mereka bernama Sakhyakirti dan Dharmapala, pada masa pemerintahan balaputwadewa.

Keruntuhan sriwijaya

Pada abad ke-11, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran setelah perang dengan raja Colomandala dari India selatan. Ibu sriwijaya diserbu pada tahun 1025 M, raja sriwijaya saat ini di tahan oleh musuh sejak itu riwayat kekuasaan Kerajaan Sriwijaya tenggelam dalam bayang –bayang kekuasaan singasari dan majapahit. Pada tahun 1275 M, singasari menyerbu Kerajaan Sriwijaya. Kemudian, pada tahun 1377 M, kerajaan majapahit menyerbu kerajaan sriwijaya sejak saat itu kerajaan sriwijaya mengalami keruntuhan yang sangat parah.

Peninggalan sejarah bercorak buddha

  • Candi muara takus
  • Candi brorobudur
  • Candi mendut
  • Candi kalasan
  • Candi – candi dijawa timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Serasi © 2017 Frontier Theme